pasar badung
Pasar badung merupakan pasar tradisional terbesar di Denpasar. Pasar ini terletak ±1 km dari pusat Kota Denpasar, tepatnya terletak di kawasan pertokoan Jalan Gajah Mada. Pasar ini menjual berbagai macam kebutuhan seperti, buah, sayur, kebutuhan pokok, piranti rumah tangga, peralatan upacara, perlengkapan sekolah, perlengkapan pesta, hingga barang-barang kesenian dan sebagainya
Selayaknya pasar pada umumnya, pasar badung merupakan tempat yang murah untuk mendapatkan barang-barang kebutuhan yang diperlukan. Kelebihannya,selain karena bebas menawar, pasar badung juga merupakan tempat berkumpulnya para pedagang-pedagang besar. Sehingga kita bisa mendapatkan harga langsung dari tangan pertama yang pastinya lebih murah. Karena hal ini pulalah banyak para pedagang eceran yang berdagang di warung, di rumah maupun pedagang keliling yang berbelanja di pasar badung. Jadi ketika mengunjungi pasar badung jangan lupa untuk menawar. Karena bisa jadi barang yang ingin kita beli harganya ½ harga dari yang ditawarkan, alias kita bisa mendapatkan harga hingga 50% lebih murah dari harga awal. Asalkan, ditawar ya……
Pasar Badung banyak dikunjungi oleh wisatawan, disamping mereka dapat menyaksikan proses jual beli dari pedagang kepada pembeli yang masih terkesan tradisional dimana terdapat transaksi tawar menawar, adanya tenaga suun (membawa barang dagangan). Untuk bisa menikmati jasa suun ini, kita cukup mengeluarkan biaya kisaran Rp 3000,00 hingga Rp 5000,00 tergantung jumlah barang “suunan”. Mereka juga dapat menikmati wisata kuliner tradisional dan membeli aneka barang kerajinan khas Bali yang tentunya memiliki selisih harga yang lebih murah dibandingkan di swalayan dan supermarket .
Pasar Badung memiliki waktu operasional setiap hari dimana buka dari pagi dini hari hingga larut malam. Bahkan dapat dibilang bahwa pasar ini tidak pernah sepi akan pengunjung karena waktu operasional hampir mencapai 24 jam sehari. Meskipun demikian, setiap pedagang seperti memiliki “jam tayang” tersendiri. Misalnya, pedagang yang kita temukan pagi hari biasanya akan tutup pada sore hari, dan digantikan oleh pedagang lain yang berjualan di tempat yang sama. Biaya retribusi untuk kendaraan roda dua yaitu Rp 1000,00. Untuk kendaraan roda 4 sebesar Rp 2000,00. Sedangkan untuk biaya sewa tempat pedagang persekali dagang yaitu sebesar Rp 25.000,00 – Rp 50.000,00, tergantung ke-strategis-an tempat berdagang. Semakin strategis posisi, tentunya biaya sewa semakin mahal. Sedangkan untuk biaya ruko/ kios mencapai >Rp 5.000.000,00/tahun. Mahalnya biaya tentu tidak masalah bagi pedagang, karena keuntungan yang diperoleh pastinya cukup besar.

About these ads